Uncategorized

Aparat Keamanan Indonesia Menembak Mati Dua Warga Civil di Timika, West Papua

Kronologis:

Awal mula kejadian adalah ada beberapa anak muda   bergabung dan minum di luar rumah, kemudian anak dari Hosea Ongomang atau Magai, atas nama Roni Magai paginya tiba-tiba ditemukan dalam keadaan meninggal.

Akhirnya check kebradaan Roni, apakah semalaman Roni berjalan dengan siapa? Ternyata, malam harinya bersama Anaknya  Atimus Komanggal atas nama Aroki Komanggal.

Dengan dasar kebersamaan itu, dicurigai bahwa Roni Magai meninggal dunia karena di aniaya oleh Aroki Komanggal. Karena malam harinya bersama-sama dengan Aroki.

Menurut Laporan dari Agus Yolemal bahwa kecurigaan ini tidak berdasarkan fakta, namun hanya sebatas menduga, yang mana belum ada pembuktian yang sah. Kemudian Aroki di suruh mengaku, tapi Aroki bilang bahwa dia bukan yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dari Roni.

Kemudian pihak Hosea ayah dari Roni bersama anggota keluarganya mengumpulkan massa, untuk menyerang keluarga Komanggal. Malamnya pihak atas keluar untuk hendak menjaga-jaga diluar, dalam kegelapan yang jauh ada orang yang muncul, tanpa banyak tanya kelompok atas panah orang tersebut sampai orang itu meninggal, paginya mereka perhatikan ternyata bukan musuh melainkan mereka membunuh anggota mereka sendiri, sehingga mayat yang bersangkauta dibakar pada paginya.

Pada tanggal 18 Juni 2012, sekitar siang mereka pihak atas dan pihak bahwa mulai melakukan penyerangan. Dalam keadaan perang, anggota pihak Kepolisian hendak mengamankan kedua kubu yang sedang perang tersebut, dan tidak disengaja panah yang mennyasar mengenai seorang anggota Polisi atau sasaran pas di punggung belakang.

Melihat seorang anggota Polisi di panah, maka rekan-rekan  tidak terima dan mereka (Anggota kepolisian) langsung menembak mati dua orang beradik-kaka kandung.

Pihak area atas melihat teman atau anggota kelluarga mereka ditembak mati oleh anggota polisi,  maka massa pihak area atas langsung serbu aparat sehingga 4 anggota kenah panah, tapi semua selamat dan saat ini mereka sedang dirawat di rumah sakit mitra masyarakat Timika, Papua.

Dengan melihat anggota kelurga dari pihak area atas di tembak mati oleh anggota Polisi, maka selanjutnya massa masyarakat  pihak area atas membakar 1 tank milik polri, 1 mobil dan 1 trusk, kemudian 2 sepeda motor milik polri  juga dibakar massa, kemudian perang dilanjutkan hari ini tangga 19 Juni 2012, di pihak area bawah dan area atas distik Kwamkilama.

Akibat dari perang berlanjut ini, ada satu orang di panah dan meninggal dunia, sehingga tadi sore mereka bakar mayat bersamaan dengan 2 orang yang di tembak oleh polri, dan satu orang pihak area bawah yg kena panah kemudian mati ditempat,  satu ibu lagi di panah sampai mati,  jadi hari ini bakar 4 mayat yang kena panah dan termasuk yang ditembak oleh anggota polri. Jika diperhatikan  jumlah orang yang meninggal dalam konflik ini adalah sebanyak 7 orang. Otoritas dan Pemerintah tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan konflik yang dilakukan oleh kubuh area atas dan kubuh area bawah. Artinya, Pemerintah dan aparat keamanan menjadi wasit dan penonton. Akibatnya, lebih banyak masyarakat menjadi korban.

Pesan:

Di Papua, terutama di tempat-tempat tinggal orang pegunungan Tengah Papua lebih mudah terjadi perang. Perang di lingkungan masyarakat ini pun ada indikasi kuat bahwa ada actor-aktor yang menciptakan situasi konflik. Akibatnya, terjadi adu domba dan perpecahan di antara masyarakat dalm satu kampung. Mohon perhatian, karena semua bentuk aksi-aksi ini adalah dengan tujuan memusnahkan orang asli Papua (West Papuans to Genocide).

Please Notes:

Polisi Menembak mati atas nama Andelius Ongomang (45 tahun-laki-laki) dan adiknya Dony Ongomang (43 tahun-laki-laki). Semua ini adalah bentuk-bentuk konspirasi politik adu domba oleh Aparat keamanan Pemerintah Republik Indonesia, terhadap orang asli Papua Barat.

Demikian, laporan dari Timika, Papua Barat. Atas perhatian serta kerja sama yang baik tak lupa kami sampaikan terima kasih.

Dilaporkan oleh          : Agus Yolemal, Timika, Papua Barat

Di Edit oleh                 : Sebby Sambom, Jayapura, Papua Barat

 Best Regards

Sebby Sambom

Pro Independence Human Rights Activist of West Papua

(West Papuan Political Prisoner)

About these ads

Tentang Admin

KNPB Wilayah Sentani adalah, salah satu media rakyat bangsa Papua Barat, untuk mediasi perjuangan hak rakyat bangsa Papua Barat dalam hal Penentuan Nasib Sendiri (Self-Determination) melalui jalur Hukum dan Politik sesuai mekanisme Internasional yaitu "R E F E R E N D U M" adalah solusi penyelasaian status politik Papua.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: