Kronologis Korban Pada Insiden Pasca Kongress Papua III 19 Oktober 2011 di Lapangan Sakeus Jayapura Abepura, Papua Barat
- Pukul 03: WP, tempat lapangan sakeus Abepura. Para peserta Konggres Papua III selesai baca Deklarasi, dan peserta Konggres sedang salam-salaman aparat polisi lakukan penembakan terhadap para peserta .
- Pelaku penembakannya gabungan polisi,TNI, dan Brimob. Mereka lansung menodongkan senjata kearah para peserta konggres dari jarak 50 M, Penembakan rentetan terjadi ketika saksi sedang membagi makanan kepada peserta .
- Para peserta konggres ada yang melarikan diri kearah hutan, mereka belum di temukan dan belum ada yang kembali hingga saat ini karena mereka trauma di kejar oleh pasukan gabungan Polisi/TNI.
- Para korban yang tewas kami sedang mencari karena pelaku penembakan menghilangkan para korban, menurut saksi; satu orang tewas kena peluru di bagian dada dan perut, namun sampai saat ini korban belum di temukan .
- Sebelum gabunganTNI,Polri dan Brimob melakukan aksi penembakan, lebih dahulu mereka mengepung para peserta kenggres di lapangan Sakeus Abepura Papua dengan menyemprot gas air mata pada peserta. Sehingga para peserta semua melarikan diri.
- Menurut saksi (mama Yakomina Nasendi) yang pada saat itu melayani para peserta konggres sebagai konsumsi mengatakan bahwa; ada para peserta yang melarikan diri kearah hutan yang di kejar oleh TNI, dan sampai sekarang belum ada yang kembali dan belum ditemukan keberadaan mereka. Ada juga Polisi yang melakukan penikaman menggunakan pisau sangkur, terhadap para peserta konggres.
- TNI lebih dahulu mengepung para peserta konggres, sehingga sebagian besar dari para peserta tidak sempat melarikan diri dan semua tertangkap lebih dari 600 peserta konggresl aki-laki dan perempuan papua.
- Kemudian sampai saat ini ForkorusYabosiembut dan 11 orang lainnya belum dibebaskan dan yang lain telah dibebaskan oleh polda papua namun sampai saat ini 11 orang dan Forkorus dan selpius Bobi dengan yang lain belum dibebaskan sampai saat ini dan sedang diproses oleh pihak reskrim polda Papua.
- Korban yang tewas jumlah positif 3 orang . 1 orang mayat suda ditemukan dan dua lainnya positif telah tewas namun belum ditemukan mayat hingga saat ini.
- Dibawah ini nama-nama korban sebagai berikut:
Umur : 27 thn
Jk : laki-laki
Korban : kena tembakan peluru di kaki
Umur : 21 thn
JK : Laki-laki
Korban : kena tembakan Peluru di tangan
Umur : 47 thn
JK : Laki-laki
Korban :kena pukulan dari polisi/TNI di kepala dan bagian belakang
Umur : 34 thn
JK : Laki-laki
Korban : kena pukulan dari Polisi/TNI di bagian belakang
Umur : 37 thn
JK : L
Korban : Kena pukulan di kepala dan bagian belakang dipukul oleh Brimob memakai tali rotan
Umur : 41 thn
JK : P
Korban : Peluru tembus dibagian paha dari bagian belakang tembus depan oleh Polisi
Umur : 30 thn
JK : L
Korban : Kena Pukulan di Bagian testa oleh Brimob pake hulu Senjata
Umur : 30 thn
JK : L
Korban : Kena pukulan dibagian belakang oleh Brimob memakai tali rotan
Umur : 54 thn
JK : L
Korban : Kena tembakan di bagian perut oleh brimob mengakibatkan telah meninggal dunia.
by KNPB Wilayah Sentani
Anak SD Meninggalkan Sekolah Ikut Aksi Demo Damai 12 Oktober 2011 di Jayapura
Anak-Anak SD di Jayapura Papua
Anak SD Bersama Ketua Umum KNPB Buchtar Tabuni sedang membawa Bendera KNPB
Pernyataan sikap politik dari rakyat Yahukimo, saat kegiatan dukungan Pertemuan 64 Pengacara Internesional Untuk Papua Barat, di London 12 Oktober 2011 dan Deklarasi Parlement Rakyat Daerah Yahukimo, pada 11 Oktober 2011 di Yahukimo, yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Yahukimo. Menyatakan sikap politik sebagai berikut dibawa ini:
Demikian Pernyataan kami
Sumohai, 11-10-2011Oktober 2011
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT
Wilayah Yahukimo
ERICPER BAHABOL aGGA
Masa Rakyat Bangsa Papua Barat di Pegunungan Bintang pada 12 Oktober 2011 yang dimediasi oleh media Nasional Rakyat Bangsa Papua Barat, KNPB (Komite Nasional Papua Barat Wilayah Pegunungan Bintang), dalam rangka:

Rakyat Papua Di Pegunungan Bintang menununtut Referendum untuk Papua Barat
Rakyat Papua di Pegungan Bintang Menyatakan Ingin Referendum Bagi Bangsa Papua Barat
Penandatanganan Wujud Dukungan kepada Pertemuan ILWP pada tanggal 12 Oktober 2011 di Inggris
Anak SMP menandatangani dukungan Pertemuan ILWP di Inggris pada 12 Oktober 2011
Pada hari Senin 10 Oktober 2011 pagi pukul 09.00 WPB terjadi penembakan di Terminal Bus Gorong-gorong. Pada awalnya para karyawan hendak Naik ke Tembagapura akan tetapi tepat pikul 05.30 WPB Pihak kepolisian sudah siap menjaga para karyawan yang hendak naik ke Tembagapura. Pintu Masuk Terminal bus karyawan PT. Freeport di gorong-gorong dipalang oleh anggota Kepolisisn Timika terlebeih dahulu menghalangi para karyawan untuk naik ke Tembagapura. Para karyawan yang hendak mau naik ke Tembagapura mulai memadati terminal Gorong-gorong. Sekitar pukul 10.00 terjadi dorong-menorong dengan para kepolisian yang memalang pintu masuk Terminal Bus.
Aneh para karyawan yang mogok selama satu Bulan itu mau naik ke Tembagapura dengan tujuan untuk mau turunkan Para karyawan yang sedang kerja agar mereka bias mogok sama-sama tetapi para karyawan ini dihadang oleh Polisi. Para karyawan dengan damai mendorong para anggota polisi yang sedang menghalang mereka naik akan tetapi apa yang terjadi, yang terjadi tembusan Tembakan dari Polisi kepada karyawan. Tembakan dari polisi mengenai karyawan berjumlah 8 Orang. 1 orang langsung Tewas ditempat, 2 Luka Parah dan lainnya luka ringan. Lebih detailnya lihat gambar dibawah ini.
Sesuai dengan situasi penembakan terhadap 8 orang karyawan PT. Freeport yang terjadi sekarang di Timika sangat brutal sehingga Komite Nasional Papua Barat [KNPB] Wilayah Timika sebagai media bangsa Papua Barat melaporkan kronoligis kejadian penembakan terhadap karyawan PT. Freeport. Karyawan PT. Freeport selama ini mengadakan Demonstrasi dengan damai menuntut upah. Demonstrasi ini berjalan dengan mogok kerja selama kurang lebih satu bulan akan tetapi pada tanggal 10 oktober 2011 terjadi penembakan terhadap karyawan oleh Polisi.
Penembakan terhadap karyawan terjadi di gorong-gorong, Timika dekat terminal bus untuk karyawan naik ke Tembagapura. Para Polisi menghalangi karyawan naik ke Tembagapura dan langsung tembak 8 Orang karyawan. Salah satu dari mereka yang bernama PETRUS AYEMISEBA langsung meninggal dunia, yang lainnya seperti ALIUS KOMBA dan PHILITON KOGOYA mengalami luka serius yang berstatus kritis saat ini sedangkan Lima karyawan yang lain mengalami luka-luka serius dan sudah berobat pulang dari rumah sakit umum daerah di Timika.
Tidak lama kemudian satu buah pesawat Herkules milik TNI angkatan Udara menurunkan militer di Timika. Penambahan pasukan Militer di Timika sudah sangat banyak sehingga situasi di Timika saat menjadi tegang.
Korban penembakan yang meninggal sekarang ini telah disemayamkan di depan Kantor Dewan perwakilan rakyat daerah timika untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Para karyawan dan pihak keluarga korban meminta MOFFET turun di Timika lihat para korban Tembakan. Berikut ini kami lampirkan foto-foto korban penembakan oleh Polisi terhadap karyawan PT. Freeport di Timika:
KNPB Sorong telah lakukan jumpapers untuk dukungan Pertemuan 64 Pengacara Internasional Untuk Papua Barat/ILWP dukungan adalah:
Badan Pengurus KNPB Sorong Sedang Mewawancarai dengan Wartawan
By KNPB Sorong
Parlement Rakyat Daerah Yalimo telah terbentuk pada tanggal 10 Oktober 2011 bertempat di Elelim dan memberikan wujud dukungan atas selengaranya kegiatan pertemuan 64 Pengacara Internasional Untuk Papua Barat di Kerajaan Inggris oleh ILWP yang dimaksud adalah:
Pembentukan Parlement Rakyat Daerah Yalimo
Panggung politik dukungan pertemuan 64 pengacara ILWP

Masa Rakyat Bangsa Papua di Yalimo
Wujud Dukungan Masyarakat Papua di Yalimo



Wujud Dukungan Tarian Adat Yalimo
by KBPB Yalimo
Merauke 11 Oktober 2011 melakukan Asksi support bersama Parlemen Rakyat Daerah Wilayah Merauke dan KNPB wilayah merauke melakukan ibadah di Sekretariat Parlemen Rakyat Merauke Di Kelapa v Jl. Bupul Merauke dalam rangka :
Ketua Parlement Rakyat Daerah Merauke saat Jumpa Perss
saat wartawan mewawancarai Ketua Parlemen Rakrat Daerah Merauke
Saat Ibadah Dukungan dari KNPB dan Parlement Rakyat Daerah Merauke
By KNPB Merauke
Aksi demo damai, ribuan masa Rakyat Bangsa Papua Barat di Jayapura pada 11 Oktober 2011 yang dimediasi oleh media Nasional Rakyat Bangsa Papua Barat, KNPB (Komite Nasional Bangsa Papua Barat), dalam rangka:
Rakyat Bangsa Papua Barat Mendukung Pertemuan ILWP dan Menuntut kepada negera-negara anggota PBB untuk realisasi pernyataan sekjen
Masa Aksi Demo Sedang Long Marg dari Expo ke Abepura


Masa Aksi Demo sedang pekang poster Gambar Sekjen PBB Ban Ki-Moon
Ketua Umum KNPB Buchtar Tabuni saat Pidato Politik di Kota Raja Jalan raya Sentani -Jayapura
Para Demonstran sedang mendengar pidato politik oleh Ketua Umum KNPB
by KNPB Wilayah Sentani
Dalam Rangga aksi nasional oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), maka Komite Wilayah Sentani sesuai intruksi KNPB Pusat untuk lakukan aksi nasional, pada hari Sabtu tanggal 08/10/2011, bagi selebaran sepanjang jalan dari air port sampai di pasar baru. Kemudian saat bagi selebaran juga minta sumbangan untuk perlengkapan persiapan aksi.
kemudian aksi nasional ini dalam rangga komite Nasional Papua Barat bersama rakyat Papua mendukung pertemuan pada tanggal 12 Oktober di UK, London. dalam rangka menindaklanjuti hasil KTTI ILWP pembicara diantaranya:
1. Geoffrey Robertson QC (Ahli Fiki dari PBB)
2. Sierra Leone (Mantan Hakim Banding pada Pengadilan PBB)
3. Mark Stephens (Pengacara HAM Terkemuka)
4. John Salford (Sejarawan)
5. Tuan Benny Wenda (Pimpinan Papua Merdeka di UK)
6. Jennifer Robinson (dari ILWP)
Dan juga Mendesak Komite Dekolonisasi untuk menindaklanjuti Pernyataan Sekjen PBB Ban Kimoon pada pertemuan PIF tanggal 7-9 September 2011 di New Seland.